SHARE Sharing Pengalaman Bisnis Dropship Marketplace dengan hasil berlimpah (1 Viewer)

Users Who Are Viewing This Thread (Users: 0, Guests: 1)

Radeeta

New member
Salam kenal teman2, kenalkan saya Ihsan.
Saya seorang full internet marketer yang akhirnya fokus di Dropship antar Marketplace.
Saya belajar IM sejak sekitar tahun 2006 an (generasi jadul, hehehe). Banyak bisnis online yang sudah saya jalani, puluhan seminar dan workshop di dalam dan luar negeri sdh saya ikuti. Akhirnya memang apa yang dikatakan guru guru tdk meleset, bahwa investasi leher ke atas itu sangat penting. Saya dan keluarga bersyukur bisa hidup berkecukupan dari bisnis internet yang saya lakukan.

Sejak 2012 saya mengenal dropship via MP, saat itu saya ambil supliernya di Tokopedia, jualnya di Toped sendiri, Kaskus,FB, Toko Bagus dan Berniaga (akhirnya jadi OLX),saat itu hasilnya sangat lumayan, hampir tanpa modal dan tanpa resiko. Menbuat saya makin fokus ke dropshiping.

Tahun 2014 an mulai mengenal scraper, sejak itu mulailah dropship antar MP, dari Toped , BL, Shopee dan Carousell.
Jurus yang digunakan adalah dengan bikin toko sebanyak2 nya, upload produk juga sebanyak banyaknya(Jurus SPAM). Hasilnya memang sangat banyak nilai rupiahnya :) tapi terus terang secara hati saya kurang nyaman, krn saya yakin kalau NYEPAM itu tindakan yang merugikan pihak MP, selain itu akhirnya pihak MP pun mulai ketat aturan, ratusan toko dibanned permanen. Sejak itu saya mulai fokus bikin toko dengan mengutamakan kualitas dulu, baru kuantitasnya.

Tahun 2016 an saya baru merasakan hasil yang luar biasa , tentunya dengan hati tenang, krn hampir tidak aturan ada MP yang saya langgar, alias pakai jurus lurus lurus saja. Saya dan semua team serta CS yakin bahwa dengan mematuhi semua aturan MP, kita bisa mendapatkan hasil yang melimpah dan konsisten.

Disini ijinkan saya sharingkan apa yang saya lakukan agar bisnis ini memberi penghasilan yang sangat layak, ini 100 persen dari pengalaman saya pribadi ya jika ada yang kurang saya mhn maaf.

1. SUPLIER
Pemilihan suplier sangat penting, suplier saya saat ini hampir semua di Toped, ada beberapa di BL, alasan saya ambil di Toped karena di Toped sdh sangat lengkap, semua kategori ada, suplier bagus juga melimpah, bahkan sampai saat ini saya masih sering riset dan merasa ada saja suplier bagus yang layak di dropshipin. Alasan berikutnya krn semua software scraper sangat bisa menghasilkan semua data yg dibutuhkan secara detail. Bandingkan dgn shopee, walaupun supliernya bnyak yg bagus kita harus bersusah ria cari berat barang, krn blm ada scraper yg bisa dapet berat barangnya. Masih ada banyak alasan lain kenapa saya ambil di toped, tapi itu td alasan terpentingnya.
Yang penting diperhatikan dalam riset suplier adalah:
Persentase transaksi sukses (kalau saya minimal 95%), Kecepatan dalam proses pesanan, kecepatan dalam membalas chat.
Utamakan suplier yang menjamin kalau "barang tayang di etalase berarti ready".
Masalah riset suplier ini detailnya sdh saya sharing disini https://goo.gl/zbNFP2

2. Market
Saat ini saya jualan nya di Lazada, Toped, BL, Shopee, dan Carousell.
Urutan Penghasilan terbesar didapat dari Lazada , Shopee, BL , Toped dan Carousell.
Saya pribadi lebih suka jualan di Lazada dan Shopee, krn kedua MP ini adalah pemain global. Pasti secara pengalaman dan sistem lebih matang. Selain itu faktanya memang Lazada adalah market terbesar di Indonesia saat ini. Saran saya jika kita mau besar di bisnis ini dan berharap mudah scale up ke depannya, mulailah di Lazada dan Shopee. Saya pribadi sudah mulai masuk di Lazada/Shopee Malaysia dan Singapore, walaupun prosesnya masih trial.

3. SCRAPER.
Hampir semua software scraper yang ada sudah saya coba, dari yang gratisan, yang bayar murah sampai yang lumayan harganya. Saat ini saya lebih suka pakai DUTCHBOT, setiap scraper memang ada plus dan minusnya, tapi overall pengalaman saya membuktikan DUTCHBOT masih the BEST. Scraper yang lain saya gunakan sebagai ban serep saja. Kebatulan DUTCHBOT juga saya coba lancar nyecrap Shopee Singapore dan Malaysia, semoga Lazada nya juga segera ready.

4. GAMBAR.
Gambar produk sangat penting dalam bisnis ini. Saran saya jangan upload gambar mentah2 langsung dari suplier. Gambar harus kita olah dulu, Banyak informasi dan jejak digital dibalik sebuah gambar. Bayangkan kalau gambar yg kita upload mentahan, pasti buanyyaak gambar yang sama persis di MP, karena kebanyakan para dropshiper mengupload gambar langsung dari link gambar suplier. Akibatnya gambar kita tdk ada keunikannya.
Keunikan disini sangat penting dalam algoritma semua MP.
Gambar kita harus unik secara Digital dan unik secara Visual,.
Unik secara digital artinya gambar kita unik dalam algoritma. Unik secara visual maksudnya unik di mata calon buyer.
Agar unik secara digital kita perlu mengolah gambar dgn software, minimal kita ubah ukuran, dimensi ataupun resolusi.
Untuk unik secara visual kita bisa dengan menambah watermart, atau denga menambah logo ataupun bingkai gambar.
Banyak Software yang bisa untuk ini.

5. Hosting Gambar
Kemudian untuk proses upload kita harus gunakan hosting. Saran saya gunakan postimage.org , ini gratisan, tapi kualitasnya joss, kelemahannya hanya ada pada pembatasan satu galeri isi gambarnya maksimal 1000. Jadi jika toko kita punya 10.000 gambar kita harus buat 10 galeri.
Kemarin saya buat toko di lazada , produknya hampir 5.000 , gambarnya 18.000 an. jadi membutuhkan 18 galeri di postimage.org, untuk mempercepat upload, saya gunakan 4 akun postimage.

6. Optimasi Judul dan Deskripsi.
Untuk optimasi judul dan deskripsi tidak banyak yang saya ubah. Karena saya percaya suplier yang baik pasti sudah mempertimbangkan dan memilih judul yang menjual. Hanya saja kita perlu menyesuaikan dengan aturan MP tempat kita jualan. Untuk BL misalnya dgn menghilangkan tanda baca. Untuk Shopee harus lebih hati2, hidari kata kata yg bersifat SPAM, seperti kata kata promo yang berulang. Untuk di Lazada hindari kata kata yang terkesan Heboh atau Bombastis.

7. MARKUP HARGA.
Untuk harga jual saya markup biasanya minimal 30 persen. maksimal 300 persen. Tergantung jenis barang dan MP nya.
Di shopee biasanya markup 10 atau 20 persen dulu selama 1-2 minggu, setelah ada penjualan baru markup dinaikkan minimal 30 sd 70 persen.
Di Lazada markup awal 50 persen, setelah ada penjualan 30 produk, pelan pelan naikkan markup ke 50 sd 300 persen.
Di BL dan Toped markup antara 20 sdh 50 persen.
Di Carousell markup antara 100 sd 200 persen, krn disini bisa ditawar / nego nantinya.

8. Kualitas vs Kuantitas.
Di bisnis ini saya menemukan dua pola yang sering dilakukan teman teman dropshiper, ada yang fokus pada banyaknya toko (Kuantitas) dan ada yg fokus pada mutu toko (Kualitas). Saya memilih menggabungkan kedua nya, membuat toko yang berkualitas dalam jumlah banyak. Banyak dalam arti jumlah tokonya dan banyak dalam jumlah barang di tiap toko. Usahakan setiap toko kita mempunyai barang di atas 500 item. Kalau toko saya MINIMAL 3500 item di lazada, 3000 item di shopee, 1000 item di toped/BL. Jadi dalam satu toko ada banyak suplier. Tapi tetap dengan menjaga mutu/kualitas.
Alasan yang paling sederhana adalah buyer lebih suka belanja di toko yang produknya banyak. Ini sifat manusiawi, sebagaimana di offline pun kita lebih banyak belanja di toko yg banyak barangnya.

9. STOK Update.
Hal yang paling penting adalah menjaga agar STOK produk kita selalu SINKRON dengan suplier. Untuk itu dibutuhkan proses stok barang. Agar setiap saat kondisi barang kita selalu sama dengan suplier. Baik produk yang KOSONG, produk yang RESTOK, ataupun yang BARU. Proses ini biasanya dilakukan setiap hari, Tp ada juga toko2 yang cukup seminggu 2 kali, dan ada juga yang hari 3 kali distok ulang. Tergantung karakter produk nya, kalau yang fast moving seperti barang unik bisa update nya 2 kali sehari. kalau elektronik biasanya cukup seminggu dua kali.
Sebetulnya di proses inilah tantangannya, biasanya pelaku dropshiper malas melakukan ini, akibatnya yang pasti adalah akan sering menolak pesanan, karena barang di tokonya masih ready, sedang di suplier sudah kosong.
Saya selalu menjaga proses ini, hasilnya toko2 saya selalu tinggi persentase transaksi sukses nya, bahkan ada yg 100 %, alias belum pernah menolak pesanan.

10. SOFTWARE.
Tentunya tidak mungkin melakukan proses di atas dengan cara manual. Berikut tool dan software yang saat ini saya gunakan.
A - Riset Produk dan Suplier = Saya gunakan imacros bikinan sendiri, silakan intip disini ya https://goo.gl/atnnAo
B - Scraper : Dutchbot
C - Tool Optimasi Konten : Marketplace Auto Converter (nnti saya ulas di tersendiri)
D - Tool STOK : Marketplace Stok Updater (nnti saya ulas di tersendiri)
E - Tool balas chating : Super Notify
F - Pembukuan Transaksi : Bikin sendiri, kombinasi imacross dan excell.
G - Tool Gambar : Fastone

11. Upload Produk.
Untuk proses Upload ini yang saya lakukan :
Lazada : Full upload massal , Marketplace Auto Converter (nnti saya ulas di tersendiri)
Shopee : Full Imacross , Marketplace Auto Converter + Imacross
Bukalapak : Kombinasi Imacross dan Upload Massal.
Toped : Kombinasi Imacross dan Upload Massal.
Carousell : Full Imacross , Marketplace Auto Converter + Imacross

Ini lah pengalaman yang bisa saya sharingkan, semoga bermanfaat buat member disini.
Mohon maaf jika ada kekurangan, semua tulisan di atas sebagian sudah saya jelasin di grup telegram saya, silahkan yang mau join disini https://goo.gl/BCNpTL
Trims Gan, ini ilmu yang bermanfaat
 
Top